6 Tips Saat Mengunjungi Rusia

jalan-jalan di Rusia itu susah ga sih?

Pertanyaan seperti itu muncul di benak beberapa orang saat ditawarin untuk melancong ke Rusia, negeri lahirnya Marsha and the Bear. Rusia sepertinya termasuk negara tujuan turis yang terdengar misterius namun eksotik. Ya, memang betul. Dibalik anggapan orang bahwa Rusia sangat dingin (termasuk orang-orangnya), sebenernya Rusia menawarkan tujuan destinasi yang ciamik dan menakjubkan. Istana megah, museum terindah di dunia, gereja katedral bewarna-warni, dan kemegahan benteng Kremlin merupakan tujuan wajib para pelancong. Untuk itinerari, bisa kalian cari di internet karena sudah banyak  saya hanya akan mencoba berbagi tips jalan-jalan di Rusia dari seorang pelancong frugal macam saya. Yuk disimak!

1. Belajarlah Huruf Cyrillic dan Bahasa Rusia sehari-hari

belajar huruf cyrillic sebelum jalan-jalan ke Rusia itu hukumnya wajib karena hampir sebagian besar petunjuk di Rusia Cuma ditulis dengan huruf cyrillic. Di kota ramai turis seperti Moscow dan Saint Petersburg (mulai sekarang akan disingkat jadi SPB), beberapa petunjuk menggunakan huruf alfabet juga namun tidak banyak.

Di stasiun metro Moscow contohnya, tidak semua petunjuk tujuan stasiun menggunakan huruf alfabet (hampir tidak ada di dalam stasiunnya – di dalam beberapa kereta terkadang ada namun tidak seringg). Jadi, untuk mengurangi risiko terjerembab di daerah yang tidak dikenal, sangat disarankan untuk bisa membaca huruf cyrillic. Belajarnya tidak susah kok, yang penting NIAT. Saya dapat menghafalkan huruf tersebut selama 2 minggu sebelum berangkat. Alhasil, saya (Alhamdulillah) tidak pernah nyasar di metro. Ini bisa diakali dengan menggunakan google translate yang bisa membaca foto menjadi teks. Ya, itu kalau kalian mau menghabiskan waktu kalian jeprat-jepret petunjuk jalan.

*Di SPB lebih banyak petunjuk dengan huruf alfabet dalam stasiun metro daripada di Moscow.

Saya selalu menyempatkan waktu untuk belajar bahasa yang dipakai di negara tujuan saya berwisata. Selain untuk tidak bodoh-bodoh amat ketika disana, bahasa merupakan jurus paling manjur untuk membuat orang lokal tersenyum. Well, not that easy to gain a smile from a stranger in Rusia but it’s really important! Minimal bisa mengucapkan Terima kasih, Maaf, dan Tolong dalam bahasa lain. Kalau bisa lebih dari itu, well, you can reach local’s hearts quite fast 

Terima kasih = СПАСИБО / SPASIBO (baca: spasiba)
Permisi / maaf = извините / izvinite (baca: izvinyit)
Tolong = пожалуйста / pozhaluysta (baca: pazyalsta)

Mengetahui percakapan dasar dalam bahasa Rusia juga sepertinya wajib hukumnya karena lebih banyak orang Rusia yang tidak bisa bahasa Inggris daripada yang bisa. Contoh yang paling penting:

Saya tidak bisa bahasa Rusia? = Я не говорю по-русски (baca: ya ne govoriu pa ruski)
Apakah kamu bicara bahasa Inggris? = Вы говорите по-английски? (baca: Vi govorit pa-angliyski)

Kalo bisa lebih boleh, kalo kurang, Jangan!

contoh iklan di tembok

Ayo pada bisa baca ga? 

2. Tidak perlu senyum-senyum ke Strangers

Sebenernya senyum itu tidak tabu di Rusia. Orang Rusia biasanya tersenyum kepada orang yang sudah dikenal, teman, atau keluarga. Mereka tidak akan tersenyum di Metro atau ketika kalian berpapasan dengan mereka di Jalan. Tersenyum ke orang lain yang tidak dikenal bisa dianggap sebagai pelecehan / flirting. Jadi jangan tidak senyum juga! Tapi tersenyumlah di saat dan tempat yang tepat 

3. Mau pake Internet? Kalian bisa beli SIM CARD di Bandara

Jangan khawatir ga bisa eksis di medsos atau whatsapp-an sama pacar atau keluarga di Rusia. Seketika anda menginjakan kaki keluar dari pintu imigrasi, carilah konter penjualan SIM Card (kemarin saya membeli brand MTC dan dapat dipakai di Moscow dan SPB). Harga SIM Card di Rusia tidak terlalu mahal. Saya membeli paket 5GB internet seharga 700 Rubel Atau sekitar 140 ribu rupiah untuk 1 bulan pemakaian (ya meskipun disana cuma seminggu~)

4. Beli tiket ke museum tidak perlu antre!

Loh kok bisa?

Ada banyak cara untuk tidak perlu antre ketika mengunjungi suatu museum. Salah satunya dengan membeli online. Well, cara ini menurut saya paling efektif ketika kalian sudah tahu akan kemana dan kapan. Tapi, bagaimana nasib yang on the spot?

Jangan sedih.

Saya sendiri lumayan takjub pada sistem per-tiket-an museum di Rusia yang sudah menyediakan fasilitas self-ticketing machine hampir di seluruh museum ternama. Contohnya saja di Hermitage Museum di SPB, saya tidak perlu antre panjang menunggu untuk membeli tiket. Saya cukup datang ke mesin self-ticketing dan membeli langsung disana. Pembayaran cukup mudah karena bisa menggunakan uang tunai dan kartu kredit. Namun, cara ini juga memiliki beberapa kelemahan.

  • Untuk kategori mahasiswa atau lainnya yang bisa mendapatkan diskon tiket, mesin ini tidak dapat dipakai karena kebanyakan hanya menawarkan tiket full price.
  • Tidak ada bahasa inggris di beberapa mesin tiket. Salah satu mesin yang tidak memiliki opsi bahasa Inggris terletak di Galeri Tretyakov, Moscow. Alhasil saya menggunakan naluri dan kemampuan membaca sedikit cyrillic (meskipun tidak tahu artinya). Hal ini juga bisa diakali dengan google translate (pastikan anda memiliki offline dictionary Russian atau koneksi Internet~)

5. Tidak usah merogoh kocek dalam-dalam untuk makan.

Harga makanan di Rusia terbilang tidak terlalu mahal untuk negara Eropa. Ada banyak pilihan makanan yang bisa kalian pilih dan harganya pun beragam.

Mudahnya akan coba saya uraikan sebagai berikut:

Makan pagi:

Kalian bisa membeli roti dan susu atau salad di supermarket seharga kurang lebih 20 ribu rupiah

Makan Siang & Makan malam:

Makan siang/malam adalah saat yang saya tunggu-tunggu setiap hari karena terpincut dengan satu restoran siap saji di Rusia, namanya MyMy (baca: MUMU). Di restoran ini tersedia menu dari pembuka, hidangan utama, hidangan penutup, dan minuman. Ragamnya pun sangat banyak. Sebut saja hidangan khas Rusia, Red beet Soup (Borscht), daging bebek dengan saus cranberry, steak sapi, roasted chicken, aneka salad dan roti, aneka kue, minuman beraneka warna dan bahkan SUSHI! Ya, orang Rusia menggemari Sushi. Harga makanan disini bervariasi tergantung dari banyaknya hidangan yang kalian ambil. Sebut saja untuk aneka sup (20 ribu rupiah), aneka hidangan utama (40 ribu – 70 ribu rupiah), aneka salad (20 ribu rupiah), dan aneka minuman (20 ribu rupiah). Cukup mudah untuk menemukan restoran Mymy di Moscow. Biasanya restoran ini bercorak putih hitam seperti punggung sapi dan ada patung sapi di depan restorannya. Ya, arti Mymy sendiri dalam bahasa rusia adalah bunyi dari sapi (moo moo).

MyMy hanya dapat saya temukan di Moscow. Sedangkan untuk SPB, saya menyarankan untuk makan di Pirogivy Dvorik yang terletak di sebelah timur Kazan Cathedral. Untuk harga menu lengkap (salad, chicken stripes + fries, meat pie, dan minuman) hanya 52 ribu rupiah! Murah kaaan!

Ada yang lebih murah lagi gak?

Ada dong! Kalau mau lebih murah lagi, kalian bisa ke McDonald (yes i know…). Beef Burger disana cuma 10 ribu rupiah~ Kalian juga bisa ke Teremok, restoran siap saji makanan khas Rusia yang populer yang menawarkan Russian Dumplings dan sup hangat. Ada banyak tempat makan lainnya yang bisa kalian eksplor sendiri di Rusia! Yang pasti, rasa makanan Rusia lumayan cocok bagi lidah saya karena rasanya tidak hambar seperti makanan Eropa bagian barat sana~

Selain makanan, Rusia juga menawarkan berbagai bir dan minuman alkohol lainnya~ untuk bar, saya sempat diajak oleh teman saya. Nama barnya “Vanya Nal’et” dan terletak di bekas pabrik di sepanjang sungai Moskcva. Disana dihidangkan bir dengan infuse buah cherry dan rasanya manis. Patut dicoba bagi penyuka minuman ini! Perjalanan kuliner di Rusia bisa menjadi pengalaman sangat menyenangkan dan mengenyangkan!

6. Bersenang-senanglah dan kenalan dengan banyak orang baru.

Cara yang paling mudah untuk bertemu dengan orang baru adalah menginap di hostel dan saling berkenalan dengan sesama traveler dari seluruh dunia. Kalian bisa berkeliling di kota bersama-sama (lumayan ada yang potoin kan), hang out bareng di bar, atau hanya sekedar ngobrol santai dan berbagi kebudayaan di dapur hostel.

Jangan lupa membawa oleh-oleh kecil seperti pembatas buku atau rokok buatan Indonesia. Saya membawa 4 pembatas buku dari kulit dan 1 bungkus rokok untuk dibagikan apabila bertemu dengan teman baru. Fungsinya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mencairkan suasana dan menjadi lebih dekat. Salah satu pengalaman unik saya adalah ketika saya dan teman hostel saya pergi ke bar untuk makan malam dan menonton Confederation Cup, saya bertemu dengan warga lokal dan saya tawarkan rokok tersebut. Kebanyakan orang barat menyukai rokok buatan Indonesia karena harum rempahnya. Kami pun ngobrol sampai larut malam dan mereka mengundang untuk pergi ke bar selanjutnya (their treat) hehe

hanging out with locals and fellow traveler

Dari pengalaman tersebut, saya bisa bilang bahwa orang Rusia adalah orang-orang yang ramah. Jadi jangan takut untuk mingle ya! ENJOY RUSSIA!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *